Karena
rasa nyeri dan panas di dada tak juga sirna, Mulyanto memanggil
salah seorang rekan yang tinggal di dekat rumahnya. Oleh
rekannya, Mulyanto dipijat-pijat. Ah ini sih masuk angin,
katanya. Usai dipijat, rasa panas di dada tak juga minggat.
Derita itu menjalar ke leher. Rasanya seperti tercekik,
kenang Mulyanto.
Khawatir memburuk, akhirnya Mulyanto diantar sang istri
ke Puskesmas terdekat. Setelah diperiksa, dokter jaga menyarankan
Mulyanto untuk diperiksa dengan ekokardiogram (EKG) di Rumahsakit
Hasan Sadikin, Bandung. Meski menjelang pagi, ayah 2 anak
itu tak hirau. Ia langsung diboyong ke rumah sakit oleh
sang istri tercinta.
Setibanya
di ruang gawat darurat, Mulyanto langsung mendapat perawatan
dokter. Dalam hitungan menit, ekokardiogram sudah terpasang
di sekujur tubuh. Mulyanto juga diperiksa darah dan urine.
Setelah rangkaian tes usai, hasil diagnosis dokter spesialis
jantung menyimpulkan bahwa Mulyanto terkena serangan jantung
koroner.