| Senjata
pamungkas bagi para dokter berupa obat. Dengan meresepkan
obat yang tepat, diharapkan penyakit yang merongrong pasien
segera dapat diatasi. Salah satu yang dijadikan sebagai senjata
pamungkas untuk melawan ganasnya penyakit adalah ekstrak teripang.
Banyak dokter mengkonsumsi untuk diri sendiri atau meresepkan
kepada pasien. Itu ditempuh setelah beragam obat-obatan kimiawi
tak sanggup melumpuhkan penyakit maut.
Apa kata mereka tentang ekstrak teripang? Inilah komentar
beberapa dokter yang dihubungi Trubus secara terpisah.
dr
Oetjoeng Handajanto,
Sukajadi, Bandung
Perkenalan dr Oetjoeng Handajanto dengan ekstrak teripang
pada 2004. Semula ia menganggap ekstrak teripang hanya suplemen.
Ahli terapi kolon itu memberikan ekstrak itu kepada penderita
gangren atau luka akibat diabetes mellitus. Dalam hitungan
hari, luka pun mengering. Menurut lulusan Fakultas Kedokteran
Bochum University, Jerman, itu keampuhan ekstrak teripang
kaya kolagen.
Faedah kolagen meningkatkan regenerasi sel-sel mati akibat
luka sehingga mempercepat penyembuhan. Ia tak menyangka ekstrak
itu mampu menyembuhkan luka dalam waktu singkat. Bagaimana
dengan diabetes mellitus? Penyakit kencing manis itu pada
dasarnya tidak bisa disembuhkan, tetapi kadar gula darah hanya
bisa dikontrol. Itu pun hanya pada penderita diabetes tanpa
ketergantungan insulin.
Nutrisi pada teripang mampu merangsang kelenjar pankreas memproduksi
insulin. Selain itu anggota famili Holothuriidae itu memperbaiki
kinerja ginjal dan limfa sehingga gula dapat dicerna dengan
baik. Senyawa aktif itu juga berguna untuk mengatasi luka
dinding lambung penderita maag akut dan gangguan pencernaan.
dr
Andreas Widjaja SpPD,
Karangwulansari, Semarang
Atas anjuran teman, dr Andreas Widjaja SpPD memberikan olahan
hoisom-alias teripang-untuk mengatasi batuk menahun yang dialami
anak sulungnya, Esra Wijaya (6 tahun). Sejak berusia 4 tahun
ia mengidap batuk kronis. Hampir setiap bulan ia batuk dan
pilek selama 7 hari akibat tonsilitas meradang. Biasanya saya
memberikan obat berupa antiinfl amasi dan antialergi. Karena
khawatir olahan hoisom tinggi MSG (monosodium glutamat), saya
mencoba memberikan ekstrak teripang, ujarnya. Dosis 5 cc 3
kali sehari.
Menurut pengamatan dokter spesialis penyakit dalam alumnus
Universitas Diponegoro itu, sejak rutin minum ekstrak teripang
praktis Esra tak pernah batuk. Mungkin pada teripang terdapat
zat imunomodulator dan antioksidan. Imunomodulator berfaedah
untuk membangun sistem kekebalan tubuh. Karena sistem imun
meningkat sehingga tubuh dapat mengatasi zat asing yang mengganggu
kesehatan.
Antioksidan amat penting untuk mengikat radikal bebas. Maklum,
kita hidup di antara polutan tinggi. Penggunaan bahan alami
untuk obat memang tengah tren saat ini seiring dengan pergeseran
dunia medis ke arah fitofarmaka. Sekarang amat banyak obat-obatan
dari ekstrak tumbuhan. Saya yakin fitofarmaka ada khasiatnya.
Namun, bedanya dengan obat medis, belum ada evident base,
baru terbatas pada pengamatan, katanya.
dr
Maria Theresia Karnadi MS,
Cilandak, Jakarta Selatan
Pada awalnya dr Maria Theresia Karnadi MS berpendapat, tak
mungkin satu produk menyembuhkan berbagai penyakit. Namun,
setelah memberikan kepada pasien dan menggunakannya sendiri,
ia akhirnya percaya. Alumnus Universitas Indonesia itu memanfaatkan
ekstrak teripang untuk menurunkan kolesterol tinggi. Beberapa
pasien diabetes mellitus yang ditanganinya dan diberi ekstrak
gamat akhirnya batal amputasi.
Teripang tak hanya berfungsi untuk satu organ, tetapi keseluruhan
organ tubuh manusia. Faedahnya meregenerasi sel, menumbuhkan
sel-sel yang rusak, sehingga mempercepat penyembuhan. Oleh
karena itu ekstrak teripang dapat digunakan untuk semua kasus
penyakit, bahkan orang sehat sekalipun.
Teripang termasuk makanan sehat sehingga bila diberikan agak
banyak pun tak berdampak buruk. Dalam dunia kedokteran, ekstrak
teripang dan sejenisnya disebut roboransia alias pengobatan
tambahan. Dulu pengaruh roboransia dianggap tak terlalu besar
ketimbang obat-obatan kimia yang diresepkan dokter. Namun,
sekarang dapat dilihat, pengaruh roboransia cukup besar, ujar
Maria. Sebab, selain dapat menyembuhkan juga meningkatkan
daya tahan tubuh.
dr
Hariadi,
Semarang
Dokter Hariadi mengkonsumsi ekstrak teripang untuk mengatasi
gastritis alias infeksi saluran pencernaan. Pada saat bersamaan
ia juga memberikan kepada penderita gastritis. Dosisnya 2
sendok makan 3 kali sehari. Dua bulan berselang tampak kemajuan
seperti mual dan kembung hilang. Menurut alumnus Fakultas
Kedokteran Universitas Diponegoro itu teripang mengandung
kolagen yang mempercepat penyembuhan.
Pria kelahiran Semarang 28 Februari 1963 itu juga meresepkan
ekstrak teripang untuk pasien nyeri sendi dan beragam luka.
Proses penyembuhan relatif cepat lantaran teripang mampu meregenerasi
sel dalam waktu singkat. Sampai saat ini belum diketahui adanya
efek samping. Karena teripang merupakan suplemen organik sehingga
penyerapan dalam tubuh berlangsung baik, ujarnya.
(Sardi Duryatmo/Peliput: Lani Marliani,
Hermansyah, & Imam Wiguna)
|